TIK Dihapuskan Dalam Kurikulum 2013







Beredar isu bahwa dalam kurikulum 2013 mata pelajaran TIK akan dihapuskan dari kurikulum. Hal ini tentunya akan berdampak besar pada keberadaan staf pengajar TIK di sekolah-sekolah. Selain itu siswa SMP masih membutuhkan mata pelajaran TIK, meskipun selama ini proses pengajarannya masih bersifat teoritis. Kalau mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi hilang dari ‘peredaran’, lantas para guru mata pelajaran TIK akan ‘ditaruh’ dimana? Setidaknya itulah satu pertanyaan yang sempat kami tangkap dari pembicaraan rekan-rekan kami.



Menurut rumor dengan perubahan kurikulum mata pelajaran di SMP yang awalnya berjumlah 12 diringkas menjadi 10, yaitu mata pelajaran  Agama, PPKn, Matematika, bahasa Indonesia, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, IPA, IPS, bahasa Inggris dan Prakarya. Sementara untuk mata pelajaran pengembangan diri, sepertinya TIK akan diintegrasikan ke semua mata pelajaran.

Menurut Mendikbud, Muhamad Nuh, ke depan semua guru harus menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis TIK. Itulah, kata Mendikbud, salah satu alasan mapel TIK dihapus.  Namun demikian, Kemendikbud juga masih membuka peluang untuk TIK sebagai mapel muatan lokal, atau ekstra kurikuler. Saat ini, kurikulum baru akan masuk pada tahap uji publik, di mana masyarakat dipersilakan untuk memberikan masukan, saran atau kritikan terhadap rencana pemberlakuaan baru. Dalam berbagai kesempatan, pihak Kemendikbud menjelaskan, Kurikulum  baru disusun terkait dengan rencana jangka panjang Bangsa Indonesia, hingga tahun 2030

Dapat dikemukakan bahwa hampir sebagian besar opini publik menolak rencana penghapusan mapel TIK di SMP, hampir tidak pernah terdengar atau tercatat mengenai pendapat atau opini publik yang menyatakan persetujuan atas penghapusan mapel TIK secara tegas. Alasan Kemdikbud yang akan mengintegrasikan TIK ke dalam semua mata pelajaran dianggap publik sebagai alasan yang tidak kuat dan tidak cukup berdasar. Menurut mereka, perlu dibedakan antara TIK sebagai media pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru dengan TIK sebagai salah satu materi pelajaran yang dipelajari oleh siswa.

Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.